Page 600 - ALKITAB
P. 600

Akibat-akibat kebodohan
       (Pengkhotbah 10:1-20)

       10
       10:1    Lalat yang mati menyebabkan urapan dari pembuat urapan berbau busuk; demikian juga sedikit kebodohan lebih
               berpengaruh dari pada hikmat dan kehormatan.
       10:2    Hati orang berhikmat menuju ke kanan, tetapi hati orang bodoh ke kiri.
       10:3    Juga kalau ia berjalan di lorong orang bodoh itu tumpul pikirannya, dan ia berkata kepada setiap orang: "Orang itu
               bodoh!"
       10:4    Jika amarah penguasa menimpa engkau, janganlah meninggalkan tempatmu, karena kesabaran mencegah kesalahan-
               kesalahan besar.
       10:5    Ada suatu kejahatan yang kulihat di bawah matahari sebagai kekhilafan yang berasal dari seorang penguasa:
       10:6    pada banyak tempat yang tinggi, didudukkan orang bodoh, sedangkan tempat yang rendah diduduki orang kaya.
       10:7    Aku melihat budak-budak menunggang kuda dan pembesar-pembesar berjalan kaki seperti budak-budak.
       10:8    Barangsiapa menggali lobang akan jatuh ke dalamnya, dan barangsiapa mendobrak tembok akan dipagut ular.
       10:9    Barangsiapa memecahkan batu akan dilukainya; barangsiapa membelah kayu akan dibahayakannya.
       10:10  Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk
               berhasil adalah hikmat.
       10:11  Jika ular memagut sebelum mantera diucapkan, maka tukang mantera tidak akan berhasil.
       10:12  Perkataan mulut orang berhikmat menarik, tetapi bibir orang bodoh menelan orang itu sendiri.
       10:13  Awal perkataan yang keluar dari mulutnya adalah kebodohan, dan akhir bicaranya adalah kebebalan yang
               mencelakakan.
       10:14  Orang yang bodoh banyak bicaranya, meskipun orang tidak tahu apa yang akan terjadi, dan siapakah yang akan
               mengatakan kepadanya apa yang akan terjadi sesudah dia?
       10:15  Jerih payah orang bodoh melelahkan orang itu sendiri, karena ia tidak mengetahui jalan ke kota.
       10:16  Wahai engkau tanah, kalau rajamu seorang kanak-kanak, dan pemimpin-pemimpinmu pagi-pagi sudah makan!
       10:17  Berbahagialah engkau tanah, kalau rajamu seorang yang berasal dari kaum pemuka, dan pemimpin-pemimpinmu
               makan pada waktunya dalam keperkasaan dan bukan dalam kemabukan!
       10:18  Oleh karena kemalasan runtuhlah atap, dan oleh karena kelambanan tangan bocorlah rumah.
       10:19  Untuk tertawa orang menghidangkan makanan; anggur meriangkan hidup dan uang memungkinkan semuanya itu.
       10:20  Dalam pikiranpun janganlah engkau mengutuki raja, dan dalam kamar tidur janganlah engkau mengutuki orang
               kaya, karena burung di udara mungkin akan menyampaikan ucapanmu, dan segala yang bersayap dapat
               menyampaikan apa yang kauucapkan.

       Pedoman-pedoman hikmat
       (Pengkhotbah 11:1-8)

       11
       11:1    Lemparkanlah rotimu ke air, maka engkau akan mendapatnya kembali lama setelah itu.
       11:2    Berikanlah bahagian kepada tujuh, bahkan kepada delapan orang, karena engkau tidak tahu malapetaka apa yang
               akan terjadi di atas bumi.
       11:3    Bila awan-awan sarat mengandung hujan, maka hujan itu dicurahkannya ke atas bumi; dan bila pohon tumbang ke
               selatan atau ke utara, di tempat pohon itu jatuh, di situ ia tinggal terletak.
       11:4    Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai.
       11:5    Sebagaimana engkau tidak mengetahui jalan angin dan tulang-tulang dalam rahim seorang perempuan yang
               mengandung, demikian juga engkau tidak mengetahui pekerjaan Allah yang melakukan segala sesuatu.
       11:6    Taburkanlah benihmu pagi-pagi hari, dan janganlah memberi istirahat kepada tanganmu pada petang hari, karena
               engkau tidak mengetahui apakah ini atau itu yang akan berhasil, atau kedua-duanya sama baik.
       11:7    Terang itu menyenangkan dan melihat matahari itu baik bagi mata;
       11:8    oleh sebab itu jikalau orang panjang umurnya, biarlah ia bersukacita di dalamnya, tetapi hendaklah ia ingat akan
               hari-hari yang gelap, karena banyak jumlahnya. Segala sesuatu yang datang adalah kesia-siaan.

       Nasihat bagi pemuda-pemudi
       (Pengkhotbah 11:9-12:8)

       11:9    Bersukarialah, hai pemuda, dalam kemudaanmu, biarlah hatimu bersuka pada masa mudamu, dan turutilah
               keinginan hatimu dan pandangan matamu, tetapi ketahuilah bahwa karena segala hal ini Allah akan membawa
               engkau ke pengadilan!
       11:10  Buanglah kesedihan dari hatimu dan jauhkanlah penderitaan dari tubuhmu, karena kemudaan dan fajar hidup
               adalah kesia-siaan.
   595   596   597   598   599   600   601   602   603   604   605