Page 595 - ALKITAB
P. 595

2:13    Dan aku melihat bahwa hikmat melebihi kebodohan, seperti terang melebihi kegelapan.
       2:14    Mata orang berhikmat ada di kepalanya, sedangkan orang yang bodoh berjalan dalam kegelapan, tetapi aku tahu juga
               bahwa nasib yang sama menimpa mereka semua.
       2:15    Maka aku berkata dalam hati: "Nasib yang menimpa orang bodoh juga akan menimpa aku. Untuk apa aku ini dulu
               begitu berhikmat?" Lalu aku berkata dalam hati, bahwa inipun sia-sia.
       2:16    Karena tidak ada kenang-kenangan yang kekal baik dari orang yang berhikmat, maupun dari orang yang bodoh,
               sebab pada hari-hari yang akan datang kesemuanya sudah lama dilupakan. Dan, ah, orang yang berhikmat mati juga
               seperti orang yang bodoh!
       2:17    Oleh sebab itu aku membenci hidup, karena aku menganggap menyusahkan apa yang dilakukan di bawah matahari,
               sebab segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin.
       2:18    Aku membenci segala usaha yang kulakukan dengan jerih payah di bawah matahari, sebab aku harus
               meninggalkannya kepada orang yang datang sesudah aku.
       2:19    Dan siapakah yang mengetahui apakah orang itu berhikmat atau bodoh? Meskipun demikian ia akan berkuasa atas
               segala usaha yang kulakukan di bawah matahari dengan jerih payah dan dengan mempergunakan hikmat. Inipun sia-
               sia.
       2:20    Dengan demikian aku mulai putus asa terhadap segala usaha yang kulakukan dengan jerih payah di bawah matahari.
       2:21    Sebab, kalau ada orang berlelah-lelah dengan hikmat, pengetahuan dan kecakapan, maka ia harus meninggalkan
               bahagiannya kepada orang yang tidak berlelah-lelah untuk itu. Inipun kesia-siaan dan kemalangan yang besar.
       2:22    Apakah faedahnya yang diperoleh manusia dari segala usaha yang dilakukannya dengan jerih payah di bawah
               matahari dan dari keinginan hatinya?
       2:23    Seluruh hidupnya penuh kesedihan dan pekerjaannya penuh kesusahan hati, bahkan pada malam hari hatinya tidak
               tenteram. Inipun sia-sia.
       2:24    Tak ada yang lebih baik bagi manusia dari pada makan dan minum dan bersenang-senang dalam jerih payahnya. Aku
               menyadari bahwa inipun dari tangan Allah.
       2:25    Karena siapa dapat makan dan merasakan kenikmatan di luar Dia?
       2:26    Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia mengaruniakan hikmat, pengetahuan dan kesukaan, tetapi orang berdosa
               ditugaskan-Nya untuk menghimpun dan menimbun sesuatu yang kemudian harus diberikannya kepada orang yang
               dikenan Allah. Inipun kesia-siaan dan usaha menjaring angin.

       Untuk segala sesuatu ada waktunya
       (Pengkhotbah 3:1-15)


       3
       3:1     Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.
       3:2     Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang
               ditanam;
       3:3     ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk
               membangun;
       3:4     ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari;
       3:5     ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu; ada waktu untuk memeluk, ada waktu
               untuk menahan diri dari memeluk;
       3:6     ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi; ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk
               membuang;
       3:7     ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit; ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara;
       3:8     ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai.
       3:9     Apakah untung pekerja dari yang dikerjakannya dengan berjerih payah?
       3:10    Aku telah melihat pekerjaan yang diberikan Allah kepada anak-anak manusia untuk melelahkan dirinya.
       3:11    Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi
               manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.
       3:12    Aku tahu bahwa untuk mereka tak ada yang lebih baik dari pada bersuka-suka dan menikmati kesenangan dalam
               hidup mereka.
       3:13    Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga
               adalah pemberian Allah.
       3:14    Aku tahu bahwa segala sesuatu yang dilakukan Allah akan tetap ada untuk selamanya; itu tak dapat ditambah dan
               tak dapat dikurangi; Allah berbuat demikian, supaya manusia takut akan Dia.
       3:15    Yang sekarang ada dulu sudah ada, dan yang akan ada sudah lama ada; dan Allah mencari yang sudah lalu.

       Ketidakadilan dalam hidup

       (Pengkhotbah 3:16-4:6)

       3:16    Ada lagi yang kulihat di bawah matahari: di tempat pengadilan, di situpun terdapat ketidakadilan, dan di tempat
               keadilan, di situpun terdapat ketidakadilan.
       3:17    Berkatalah aku dalam hati: "Allah akan mengadili baik orang yang benar maupun yang tidak adil, karena untuk
               segala hal dan segala pekerjaan ada waktunya."
   590   591   592   593   594   595   596   597   598   599   600