Page 492 - ALKITAB
P. 492

16:22  Karena sedikit jumlah tahun yang akan datang, dan aku akan menempuh jalan, dari mana aku tak akan kembali lagi.


       17
       17:1    Semangatku patah, umurku telah habis, dan bagiku tersedia kuburan.
       17:2    Sesungguhnya, aku menjadi ejekan; mataku terpaksa menyaksikan tantangan mereka.
       17:3    Biarlah Engkau menjadi jaminanku bagi-Mu sendiri! Siapa lagi yang dapat membuat persetujuan bagiku?
       17:4    Karena hati mereka telah Kaukatupkan bagi pengertian; itulah sebabnya Engkau mencegah mereka untuk menang.
       17:5    Barangsiapa mengadukan sahabatnya untuk mencari keuntungan, mata anak-anaknya akan menjadi rabun.
       17:6    Aku telah dijadikan sindiran di antara bangsa-bangsa, dan aku menjadi orang yang diludahi mukanya.
       17:7    Mataku menjadi kabur karena pedih hati, segala anggota tubuhku seperti bayang-bayang.
       17:8    Orang-orang yang jujur tercengang karena hal itu, dan orang yang tidak bersalah naik pitam terhadap orang fasik.
       17:9    Meskipun begitu orang yang benar tetap pada jalannya, dan orang yang bersih tangannya bertambah-tambah kuat.
       17:10  Tetapi kamu sekalian, silakan datang kembali! Seorang yang mempunyai hikmat takkan kudapati di antara kamu!
       17:11  Umurku telah lalu, telah gagal rencana-rencanaku, cita-citaku.
       17:12  Malam hendak dijadikan mereka siang: terang segera muncul dari gelap, kata mereka.
       17:13  Apabila aku mengharapkan dunia orang mati sebagai rumahku, menyediakan tempat tidurku di dalam kegelapan,
       17:14  dan berkata kepada liang kubur: Engkau ayahku, kepada berenga: Ibuku dan saudara perempuanku,
       17:15  maka di manakah harapanku? Siapakah yang melihat adanya harapan bagiku?
       17:16  Keduanya akan tenggelam ke dasar dunia orang mati, apabila kami bersama-sama turun ke dalam debu."

       Pendapat Bildad, bahwa orang fasik pasti akan binasa
       (Ayub 18:1-21)


       18
       18:1    Maka Bildad, orang Suah, menjawab:
       18:2    "Bilakah engkau habis bicara? Sadarilah, baru kami akan bicara.
       18:3    Mengapa kami dianggap binatang? Mengapa kami bodoh dalam pandanganmu?
       18:4    Engkau yang menerkam dirimu sendiri dalam kemarahan, demi kepentinganmukah bumi harus menjadi sunyi, dan
               gunung batu bergeser dari tempatnya?
       18:5    Bagaimanapun juga terang orang fasik tentu padam, dan nyala apinya tidak tetap bersinar.
       18:6    Terang di dalam kemahnya menjadi gelap, dan pelita di atasnya padam.
       18:7    Langkahnya yang kuat terhambat, dan pertimbangannya sendiri menjatuhkan dia.
       18:8    Karena kakinya sendiri menyangkutkan dia dalam jaring, dan di atas tutup pelubang ia berjalan.
       18:9    Tumitnya tertangkap oleh jebak, dan ia tertahan oleh jerat.
       18:10  Tali tersembunyi baginya dalam tanah, perangkap terpasang baginya pada jalan yang dilaluinya.
       18:11  Kedahsyatan mengejutkan dia di mana-mana, dan mengejarnya di mana juga ia melangkah.
       18:12  Bencana mengidamkan dia, kebinasaan bersiap-siap menantikan dia jatuh.
       18:13  Kulit tubuhnya dimakan penyakit, bahkan anggota tubuhnya dimakan oleh penyakit parah.
       18:14  Ia diseret dari kemahnya, tempat ia merasa aman, dan dibawa kepada raja kedahsyatan.
       18:15  Dalam kemahnya tinggal apa yang tidak ada sangkut pautnya dengan dia, di atas tempat kediamannya ditaburkan
               belerang.
       18:16  Di bawah keringlah akar-akarnya, dan di atas layulah rantingnya.
       18:17  Ingatan kepadanya lenyap dari bumi, namanya tidak lagi disebut di lorong-lorong.
       18:18  Ia diusir dari tempat terang ke dalam kegelapan, dan ia dienyahkan dari dunia.
       18:19  Ia tidak akan mempunyai anak atau cucu cicit di antara bangsanya, dan tak seorangpun yang tinggal hidup di tempat
               kediamannya.
       18:20  Atas hari ajalnya orang-orang di Barat akan tercengang, dan orang-orang di Timur akan dihinggapi ketakutan.
       18:21  Sungguh, demikianlah tempat kediaman orang yang curang, begitulah tempat tinggal orang yang tidak mengenal
               Allah."

       Ayub yakin bahwa Allah akan memihak kepadanya
       (Ayub 19:1-29)


       19
       19:1    Tetapi Ayub menjawab:
       19:2    "Berapa lama lagi kamu menyakitkan hatiku, dan meremukkan aku dengan perkataan?
       19:3    Sekarang telah sepuluh kali kamu menghina aku, kamu tidak malu menyiksa aku.
       19:4    Jika aku sungguh tersesat, maka aku sendiri yang menanggung kesesatanku itu.
       19:5    Jika kamu sungguh hendak membesarkan diri terhadap aku, dan membuat celaku sebagai bukti terhadap diriku,
       19:6    insafilah, bahwa Allah telah berlaku tidak adil terhadap aku, dan menebarkan jala-Nya atasku.
       19:7    Sesungguhnya, aku berteriak: Kelaliman!, tetapi tidak ada yang menjawab. Aku berseru minta tolong, tetapi tidak ada
               keadilan.
       19:8    Jalanku ditutup-Nya dengan tembok, sehingga aku tidak dapat melewatinya, dan jalan-jalanku itu dibuat-Nya gelap.
       19:9    Ia telah menanggalkan kemuliaanku dan merampas mahkota di kepalaku.
   487   488   489   490   491   492   493   494   495   496   497