Page 582 - ALKITAB
P. 582

14:11  Rumah orang fasik akan musnah, tetapi kemah orang jujur akan mekar.
       14:12  Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.
       14:13  Di dalam tertawapun hati dapat merana, dan kesukaan dapat berakhir dengan kedukaan.
       14:14  Orang yang murtad hatinya menjadi kenyang dengan jalannya, dan orang yang baik dengan apa yang ada padanya.
       14:15  Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap perkataan, tetapi orang yang bijak memperhatikan
               langkahnya.
       14:16  Orang bijak berhati-hati dan menjauhi kejahatan, tetapi orang bebal melampiaskan nafsunya dan merasa aman.
       14:17  Siapa lekas naik darah, berlaku bodoh, tetapi orang yang bijaksana, bersabar.
       14:18  Orang yang tak berpengalaman mendapat kebodohan, tetapi orang yang bijak bermahkotakan pengetahuan.
       14:19  Orang jahat tunduk di dekat orang baik, orang fasik di depan pintu gerbang orang benar.
       14:20  Juga oleh temannya orang miskin itu dibenci, tetapi sahabat orang kaya itu banyak.
       14:21  Siapa menghina sesamanya berbuat dosa, tetapi berbahagialah orang yang menaruh belas kasihan kepada orang
               yang menderita.
       14:22  Tidak sesatkah orang yang merencanakan kejahatan? Tetapi yang merencanakan hal yang baik memperoleh kasih
               dan setia.
       14:23  Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja.
       14:24  Mahkota orang bijak adalah kepintarannya; tajuk orang bebal adalah kebodohannya.
       14:25  Saksi yang setia menyelamatkan hidup, tetapi siapa menyembur-nyemburkan kebohongan adalah pengkhianat.
       14:26  Dalam takut akan TUHAN ada ketenteraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anak-Nya.
       14:27  Takut akan TUHAN adalah sumber kehidupan sehingga orang terhindar dari jerat maut.
       14:28  Dalam besarnya jumlah rakyat terletak kemegahan raja, tetapi tanpa rakyat runtuhlah pemerintah.
       14:29  Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan.
       14:30  Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.
       14:31  Siapa menindas orang yang lemah, menghina Penciptanya, tetapi siapa menaruh belas kasihan kepada orang miskin,
               memuliakan Dia.
       14:32  Orang fasik dirobohkan karena kejahatannya, tetapi orang benar mendapat perlindungan karena ketulusannya.
       14:33  Hikmat tinggal di dalam hati orang yang berpengertian, tetapi tidak dikenal di dalam hati orang bebal.
       14:34  Kebenaran meninggikan derajat bangsa, tetapi dosa adalah noda bangsa.
       14:35  Raja berkenan kepada hamba yang berakal budi, tetapi kemarahannya menimpa orang yang membuat malu.

       15
       15:1    Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.
       15:2    Lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan, tetapi mulut orang bebal mencurahkan kebodohan.
       15:3    Mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik.
       15:4    Lidah lembut adalah pohon kehidupan, tetapi lidah curang melukai hati.
       15:5    Orang bodoh menolak didikan ayahnya, tetapi siapa mengindahkan teguran adalah bijak.
       15:6    Di rumah orang benar ada banyak harta benda, tetapi penghasilan orang fasik membawa kerusakan.
       15:7    Bibir orang bijak menaburkan pengetahuan, tetapi hati orang bebal tidak jujur.
       15:8    Korban orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi doa orang jujur dikenan-Nya.
       15:9    Jalan orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi siapa mengejar kebenaran, dikasihi-Nya.
       15:10  Didikan yang keras adalah bagi orang yang meninggalkan jalan yang benar, dan siapa benci kepada teguran akan
               mati.
       15:11  Dunia orang mati dan kebinasaan terbuka di hadapan TUHAN, lebih-lebih hati anak manusia!
       15:12  Si pencemooh tidak suka ditegur orang; ia tidak mau pergi kepada orang bijak.
       15:13  Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat.
       15:14  Hati orang berpengertian mencari pengetahuan, tetapi mulut orang bebal sibuk dengan kebodohan.
       15:15  Hari orang berkesusahan buruk semuanya, tetapi orang yang gembira hatinya selalu berpesta.
       15:16  Lebih baik sedikit barang dengan disertai takut akan TUHAN dari pada banyak harta dengan disertai kecemasan.
       15:17  Lebih baik sepiring sayur dengan kasih dari pada lembu tambun dengan kebencian.
       15:18  Si pemarah membangkitkan pertengkaran, tetapi orang yang sabar memadamkan perbantahan.
       15:19  Jalan si pemalas seperti pagar duri, tetapi jalan orang jujur adalah rata.
       15:20  Anak yang bijak menggembirakan ayahnya, tetapi orang yang bebal menghina ibunya.
       15:21  Kebodohan adalah kesukaan bagi yang tidak berakal budi, tetapi orang yang pandai berjalan lurus.
       15:22  Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasihat banyak.
       15:23  Seseorang bersukacita karena jawaban yang diberikannya, dan alangkah baiknya perkataan yang tepat pada
               waktunya!
       15:24  Jalan kehidupan orang berakal budi menuju ke atas, supaya ia menjauhi dunia orang mati di bawah.
       15:25  Rumah orang congkak dirombak TUHAN, tetapi batas tanah seorang janda dijadikan-Nya tetap.
       15:26  Rancangan orang jahat adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi perkataan yang ramah itu suci.
       15:27  Siapa loba akan keuntungan gelap, mengacaukan rumah tangganya, tetapi siapa membenci suap akan hidup.
       15:28  Hati orang benar menimbang-nimbang jawabannya, tetapi mulut orang fasik mencurahkan hal-hal yang jahat.
       15:29  TUHAN itu jauh dari pada orang fasik, tetapi doa orang benar didengar-Nya.
       15:30  Mata yang bersinar-sinar menyukakan hati, dan kabar yang baik menyegarkan tulang.
       15:31  Orang yang mengarahkan telinga kepada teguran yang membawa kepada kehidupan akan tinggal di tengah-tengah
               orang bijak.
       15:32  Siapa mengabaikan didikan membuang dirinya sendiri, tetapi siapa mendengarkan teguran, memperoleh akal budi.
   577   578   579   580   581   582   583   584   585   586   587