Page 360 - ALKITAB
P. 360

5:12    Bukankah Abana dan Parpar, sungai-sungai Damsyik, lebih baik dari segala sungai di Israel? Bukankah aku dapat
               mandi di sana dan menjadi tahir?" Kemudian berpalinglah ia dan pergi dengan panas hati.
       5:13    Tetapi pegawai-pegawainya datang mendekat serta berkata kepadanya: "Bapak, seandainya nabi itu menyuruh
               perkara yang sukar kepadamu, bukankah bapak akan melakukannya? Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepadamu:
               Mandilah dan engkau akan menjadi tahir."
       5:14    Maka turunlah ia membenamkan dirinya tujuh kali dalam sungai Yordan, sesuai dengan perkataan abdi Allah itu.
               Lalu pulihlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak dan ia menjadi tahir.
       5:15    Kemudian kembalilah ia dengan seluruh pasukannya kepada abdi Allah itu. Setelah sampai, tampillah ia ke depan
               Elisa dan berkata: "Sekarang aku tahu, bahwa di seluruh bumi tidak ada Allah kecuali di Israel. Karena itu terimalah
               kiranya suatu pemberian dari hambamu ini!"
       5:16    Tetapi Elisa menjawab: "Demi TUHAN yang hidup, yang di hadapan-Nya aku menjadi pelayan, sesungguhnya aku
               tidak akan menerima apa-apa." Dan walaupun Naaman mendesaknya supaya menerima sesuatu, ia tetap menolak.
       5:17    Akhirnya berkatalah Naaman: "Jikalau demikian, biarlah diberikan kepada hambamu ini tanah sebanyak muatan
               sepasang bagal, sebab hambamu ini tidak lagi akan mempersembahkan korban bakaran atau korban sembelihan
               kepada allah lain kecuali kepada TUHAN.
       5:18    Dan kiranya TUHAN mengampuni hambamu ini dalam perkara yang berikut: Apabila tuanku masuk ke kuil Rimon
               untuk sujud menyembah di sana, dan aku menjadi pengapitnya, sehingga aku harus ikut sujud menyembah dalam
               kuil Rimon itu, kiranya TUHAN mengampuni hambamu ini dalam hal itu."
       5:19    Maka berkatalah Elisa kepadanya: "Pergilah dengan selamat!" Setelah Naaman berjalan tidak berapa jauh dari
               padanya,
       5:20    berpikirlah Gehazi, bujang Elisa, abdi Allah: "Sesungguhnya tuanku terlalu menyegani Naaman, orang Aram ini,
               dengan tidak menerima persembahan yang dibawanya. Demi TUHAN yang hidup, sesungguhnya aku akan berlari
               mengejar dia dan akan menerima sesuatu dari padanya."
       5:21    Lalu Gehazi mengejar Naaman dari belakang. Ketika Naaman melihat ada orang berlari-lari mengejarnya, turunlah ia
               dengan segera dari atas kereta untuk mendapatkan dia dan berkata: "Selamat!"
       5:22    Jawabnya: "Selamat! Tuanku Elisa menyuruh aku mengatakan: Baru saja datang kepadaku dua orang muda dari
               pegunungan Efraim dari antara rombongan nabi. Baiklah berikan kepada mereka setalenta perak dan dua potong
               pakaian."
       5:23    Naaman berkata: "Silakan, ambillah dua talenta." Naaman mendesak dia, dan membungkus dua talenta perak dalam
               dua pundi-pundi dan dua potong pakaian, lalu memberikannya kepada dua bujangnya; mereka ini mengangkut
               semuanya di depan Gehazi.
       5:24    Setelah mereka sampai ke bukit, disambutnyalah dari tangan mereka, disimpannya di rumah, dan disuruhnya kedua
               orang itu pergi, maka pergilah mereka.
       5:25    Baru saja Gehazi masuk dan tampil ke depan tuannya, berkatalah Elisa kepadanya: "Dari mana, Gehazi?" Jawabnya:
               "Hambamu ini tidak pergi ke mana-mana!"
       5:26    Tetapi kata Elisa kepadanya: "Bukankah hatiku ikut pergi, ketika orang itu turun dari atas keretanya mendapatkan
               engkau? Maka sekarang, engkau telah menerima perak dan dengan itu dapat memperoleh kebun-kebun, kebun
               zaitun, kebun anggur, kambing domba, lembu sapi, budak laki-laki dan budak perempuan,
       5:27    tetapi penyakit kusta Naaman akan melekat kepadamu dan kepada anak cucumu untuk selama-lamanya." Maka
               keluarlah Gehazi dari depannya dengan kena kusta, putih seperti salju.

       Kapak timbul mengapung
       (2 Raja-Raja 6:1-7)

       6
       6:1     Pada suatu hari berkatalah rombongan nabi kepada Elisa: "Cobalah lihat, tempat tinggal kami di dekatmu ini adalah
               terlalu sesak bagi kami.
       6:2     Baiklah kami pergi ke sungai Yordan dan masing-masing mengambil satu balok dari sana, supaya kami membuat
               tempat tinggal untuk kami." Jawab Elisa: "Pergilah!"
       6:3     Lalu berkatalah seorang: "Silakan, ikutlah dengan hamba-hambamu ini." Jawabnya: "Baik aku akan ikut."
       6:4     Maka ikutlah ia dengan mereka. Setelah mereka sampai di sungai Yordan, merekapun menebang pohon-pohon.
       6:5     Dan terjadilah, ketika seorang sedang menumbangkan sebatang pohon, jatuhlah mata kapaknya ke dalam air. Lalu
               berteriak-teriaklah ia: "Wahai tuanku! Itu barang pinjaman!"
       6:6     Tetapi berkatalah abdi Allah: "Ke mana jatuhnya?" Lalu orang itu menunjukkan tempat itu kepadanya. Kemudian
               Elisa memotong sepotong kayu, lalu dilemparkannya ke sana, maka timbullah mata kapak itu dibuatnya.
       6:7     Lalu katanya: "Ambillah." Orang itu mengulurkan tangannya dan mengambilnya.

       Tindakan Elisa dalam peperangan melawan Aram

       (2 Raja-Raja 6:8-23)

       6:8     Raja negeri Aram sedang berperang melawan Israel. Ia berunding dengan pegawai-pegawainya, lalu katanya: "Ke
               tempat ini dan itu haruslah kamu turun menghadang."
       6:9     Tetapi abdi Allah menyuruh orang kepada raja Israel mengatakan: "Awas, jangan lewat dari tempat itu, sebab orang
               Aram sudah turun menghadang ke sana."
   355   356   357   358   359   360   361   362   363   364   365